TRIP TO SOLO
Solo... atau biasa disebut dengan surakarta kalo menurut wikipedia penyebutan untuk solo digunakan untuk umum yang dilatarbelakangi dengan aspek kultural sedangkan surakarta digunakan untuk situasi formal-pemerintah merupakan salah satu kota yang menurutku tentram damai jauh dari kata gemerlapnya kota bagaikan ibukota, orang-orang lokal yang begitu ramah dan tak sungkan-sungkan untuk menyapa membuatku nyaman di kota ini suasanapun begitu tentram mengingat kota ini merupakan salah satu tujuan wisatawan. Kota yang terkenal akan pasar klewer ini pun membuatku terkejut akan satu hal gue enggak nyangka kalo didalam kota solo punya jaluh khusus untuk becaknya dan menurut gue itu sangat menarik karena dengan menggunakan becak jalan-jalan mengelilingi kota merupakan pengalaman menarik ditambah waktu malam hari. saat menaiki becak gue melihat beberapa angkringan yang buka sebenernya ingin mencoba kulinernya sayang kalo jalan sama keluarga akan sulit untuk meloloskan keinginan kita ditambahkan kalo jalannya bareng emak emak ehehe lebih sulit lagi balik ke tujuan utama kita yang ingin mencari batik. Satu hal lagi yang membuat gue takjub lintasan kereta didalam kota gue sempet nanya sama supir kita waktu disolo kemaren "ini keretanya masih ada dan suka lewat mas?" dijawab sama dia "Iya mbak ada dan suka lewat tapi ada jam-jamnya." pertanyaan gue saat itu apakah bakal macet? jawabannya enggak itu sih membuat gue semakin takjub dengan kota ini.
Tujuan pertama kita saat menapaki kota ini mau mencicipi tehnya yang kalo kata temen-temen gue mantep pol polan namanya penasaran dan teh juga yah orang tua bisalah ya akhirnya gue ngajak ayah dan bunda untuk kesana dan mereka setuju tapi sebelum kesana driver kita menawarkan untuk kita ke candi ceto tempat situs bersejarah karena gue anaknya emang suka yang berbau sejarah. Excited dong. Jelas banget. Tapi kita dapet peringatan dari drivernya kalo ini lumayan tinggi jadi kita ditanya takut ketinggian? jelas bilang karena emang enggak ada dan gue dan orang tua mungkin setinggi-tingginya yah palingan kayak cartil di bandung lah taunyaaaaaaaaaa jangan dikatakan lagi gue udah ngucap-ngucap rasanya jantung gue udah hilang dari tempatnya oke gue lebay enggak papa karena yang gue rasain begitu even bapak gue aja udah mau nyerah dan mau batalin kalo sekiranya masih jauh taunya didepan dan itu buat masuk ke candinya aja harus lewatin tanggalah jangan tanya lagi mungkin gue masih sanggup atau bapak gue masih sanggup sayang ibu ratu udah engap-engap ya kita enggak tega akhirnya kita mutusin buat foto-foto dibagian depan aja
Candi indah dan ditempat yang sangat yang pernah gue kunjungi untuk saat. Keindahannya itu selalu berputar-putar diingatan gue setelah dari candi ceto kita mutusin untuk ke ndoro doker yang menurut temen gue teh yang dijual disana enak banget dan suasana enak untuk ngechill. Btw untuk masuk candi ceto gue udah lupa berapanya mungkin sekitar Rp 10.000 something gue lupa yang jelas harganya terjangkau sih untuk ukuran candi. tapi gue kasih peringatan yang enggak bisa ketinggian atau jalur yang sebelah kita liat kayak jurang lebih baik jangan karena jalur kecandi ini bener-bener luar biasa menurut gue yang biasa ya xoxo lah untuk ditempat ketinggian.
I agree with them! and i want to go back again kalo gue kesolo tempat ini bakal jadi daftar wajib gue. Tehnya dan suasana yang menenangkan membuat gue lupa akan segudang urusan yang gue tinggal dibandung terlalu nyaman bahkan ditambah saat gue datang itu kondisinya saat hujan membuat suasananya seakan cocok aja. Dari harga yang ditawarkan menurut gue itu enggak mahal dan worth it dengan apa yang disajikan ditambah suasana yang ditawarkan disini sangat worth it menurut gue dan ya ditempat ini juga jual teh dalam kemasan jika kalian ingin membuatnya dirumah. Untuk harga relatif tergantung jenis teh apa dan seberapa berat teh yang kalian beli.
Tempat ini indah bukan gue bahkan sanggup ngabisin waktu seharian disini sambil menikmati teh. Sebenernya gue adalah tipe yang enggak terlalu suka justru aku sangat suka kopi, pecinta kopi bahkan karena menurut teh itu seakan cuman bisa menentramkan hati tapi enggak bisa menjernihkan pikiran berbeda dengan kopi seakan akan dia bisa menentramkan hati hatiku dalam kekalutan dan juga menjernihkan pikiranku it's just my opinion. Don't judge me! Tapi mencicipi teh disini membuat gue merubah pandangan akan teh sih ehhehe.
Disolo gue enggak menghabiskan banyak waktu disini karena gue akan melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya dan penutupannya kita mengunjungi keraton terdapat perbedaan yang signifikan antara bangunan keraton jogja maupun solo dari segi warna bangunan kalo menurut gue. Keraton solo mempunyai warna biru muda yang menjadi ciri khas yang justru menambahkan keindahan dari bangunannya. Sangattt indah bahkannnn.


Comments
Post a Comment